SkinLifeChanger La Roche Posay

Dermlive by La Roche Posay, wadah edukasi, berbagi pengalaman dan inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk dapatkan kulit yang sehat melalui life-changing dermatology

Jakarta, 30 November 2021 – La Roche Posay, merek perawatan kulit dermatologis nomor satu di dunia[1], memiliki komitmen untuk memberikan manfaat dermatologis nyata yang dapat mengubah hidup masyarakat dengan kulit yang sehat #SkinLifeChanger. Hadir dalam acara Dermlive by La Roche Posay hari ini, dr. Fitria Agustina, SpKK, FINSDV, Dermato Venereologist, dan Ayla Dimitri, Content Creator serta Nestya Sedayu, Marketing Manager Active Cosmetics Division, memberikan pembahasan mendalam mengenai permasalahan jerawat yang berkaitan erat terhadap efek psikososial yaitu mempengaruhi kualitas hidup seseorang; dari mulai kecemasan, kurang percaya diri hingga depresi.

 

Nestya Sedayu, Marketing Manager Active Cosmetics Division, L'Oréal Indonesia menjelaskan, "La- Roche Posay memiliki misi untuk mengembangkan opsi perawatan kulit dermatologis terbaik yang dapat mengubah kehidupan seseorang. Melalui produk, komitmen pada sains, dan bekerja sama dengan dermatolog, La Roche Posay ingin mengubah kehidupan masyarakat di Indonesia dengan mewujudkan kulit yang sehat dan menumbuhkan rasa percaya diri. We believe a better life for all skin is possible!." 

Seringkali kita memandang sebelah mata dan mengabaikan pengaruh masalah kulit pada kehidupan seseorang. Padahal ringan atau parah masalah kulit dapat berdampak pada kualitas hidup seseorang. Berbagai studi menunjukkan bahwa masalah kulit tidak dapat dianggap sebelah mata. Terdapat 1,9 milyar orang di seluruh dunia yang berjuang melawan permasalahan kulit yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka sehari hari. Salah satunya adalah masalah kulit berjerawat. Jerawat adalah masalah kulit yang dapat berdampak besar pada kualitas hidup, bahkan mempengaruhi sekitar 80% remaja[2] dan 40% orang dewasa[3] di dunia.

dr. Fitria Agustina, SpKK, FINSDV, Dermato Venereologist menjelaskan, "Jerawat merupakan salah satu dari delapan penyakit kulit yang sering terjadi, dengan perkiraan prevalensi global untuk segala usia sebesar 9,38%. Dimana jerawat memengaruhi sekitar 85% orang dengan rentang usia 11-30 tahun[4]. Jerawat bukan hanya mengganggu kesehatan kulit seseorang tetapi lebih dari sebuah permasalahan kulit, dimana sebanyak 35% kasus jerawat memiliki kecenderungan depresi yang mengganggu kualitas hidupnya[5]."

Ayla Dimitri, seorang Content Creator juga berbagi pengalamannya mengenai masalah kulit jerawat yang pernah dialaminya serta bagaimana Ayla bisa melewatinya,"Akupun pernah melalui skin journey yang penuh perjuangan, sebagai seorang content creator yang harus selalu berhadapan dengan orang-orang setiap harinya, dan aku pertama kali mengalami masalah jerawat di awal umur 30, selain mendapat komentar kurang menyenangkan, aku juga sempat kepikiran banget yang akhirnya mempengaruhi hidupku. Tapi, setelah itu aku belajar untuk lebih memahami kebutuhan kulitku dan kini aku bisa melaluinya."

 

 

 

 

 

 

 

 

Lebih lanjut, dr. Fitria Agustina menjelaskan tentang microbiome science, "Microbiome science merupakan sebuah pendekatan untuk mengetahui ekosistem dari mikroorganisme hidup yang terdapat pada permukaan kulit kita. Fungsi utama skin microbiome adalah sebagai salah satu faktor yang berperan dalam menjaga fungsi sawar kulit dengan optimal. Gangguan pada komposisi skin microbiome akan menimbulkan kondisi disbiosis yang dapat menyebabkan penyakit kulit salah satu contohnya jerawat. Untuk mengatasi permasalahan jerawat, perlu kita pahami dan mengembalikan keseimbangan skin microbiome. Pasien jerawat dapat menggunakan bahan aktif yang berperan dalam rebalancing skin microbiome untuk mengurangi peradangan, memperbaiki skin barrier, dan mengurangi kekambuhan jerawat yang dialaminya. Salah satu bahan aktif tersebut adalah Aqua Posae Filiformis".

Bahan aktif Aqua Posae Filiformis yang dimiliki La Roche Posay memiliki manfaat untuk mengembalikan keseimbangan mikrobiota kulit sehingga melawan proses peradangan dan menurunkan adhesi bakteri. Bahan ini juga dapat mengurangi kekambuhan jerawat. Bahan aktif ini terkandung dalam La Roche Posay Effaclar Duo+ Moisturizer:

 

LIFE-CHANGING DERMATOLOGICAL SOLUTION:

EFFACLAR DUO+ MOISTURIZER

 

 

Melawan dan melindungi muncul kembalinya jerawat hingga meningkatkan kualitas hidup

Berdasarkan penemuan yang didasari dengan microbiome science, La Roche Posay menawarkan pilihan dermatologi untuk dapat melawan masalah kulit berjerawat melalui rangkaian produk EffaclarSalah satunya adalah Effaclar Duo+ Moisturizer dengan formulasi komprehensif yang mengandung Aqua Posae Filiformis yang membantu menjaga keseimbangan mikrobioma yang bermanfaat baik bagi kulit. Secara klinis terbukti dalam 12 jam dapat membantu melawan jerawat, menyamarkan kemerahan dan tekstur kulit tidak merata (berdasarkan uji instrumen)

"Aku sempat berkonsultasi dengan dermatologis di Telemedicine dan disarankan menggunakan produk La Roche Posay Effaclar untuk mengatasi jerawatku. Setelah aku coba, ternyata aku cocok dan membantuku mengurangi relapse jerawat yang aku alami. Untuk teman-teman acne fighter tetap semangat, cari solusi dengan memahami kondisi kulit, sehingga tahu mana produk yang cocok dan jangan dengarkan komentar negatif sehingga kalian tidak merasa sendiri," tambah Ayla.

Didirikan pada tahun 1975, La Roche Posay bekerja sama dengan 90,000 ahli kulit di dunia, mengedepankan sains mikrobioma dan ingin masyarakat luas bisa mengakses perawatan kulit dermatologis. "Sebagai bagian dari kampanye #SkinLifeChanger, DermLive by La Roche Posay Indonesia adalah wadah edukasi, berbagi pengalaman dan inspirasi, bekerjasama dengan dermatolog Indonesia. Sesi DermLive diadakan secara berkelanjutan dan dapat diikuti di mitra kami di Indonesia termasuk Halodoc, Lazada, Shopee dan Watsons. Kami harap dapat membantu masyarakat Indonesia dan acne fighter untuk dapat memiliki akses ke dermatolog, memahami kaitan jerawat berdampak pada kualitas hidup seseorang, serta dapat memberikan dukungan nyata sehingga para acne fighters tidak merasa sendirian dalam menghadapi masalah jerawat," tutup Nestya.

[1] Survey on the dermocosmetic market carried out by IQVIA and other partners between November 2018 and July 2019 among dermatologists in 43 countries representing more than 80% of the worldwide GDP

[2]Dr. Liji Thomas. Acne Research. Last update: Feb 26, 2019.

[3] Lukaviciute L, Navickas P, Navickas A. Tan JK, Bhate K. A global perspective on the epidemiology of acne. Br J Dermatol 2015; 172 (1): 3–12.

[4] https://doi.org/10.1038/s41598-020-62175-3

[5] Dermatology 2003: 206: 7-10. J Am Acad Dermatol 2008: 58:56-59